Berita Bisnis Ekonomi dan Sosial Terbaru
Berita Menarik, Hangat, Teraktual

Selera Politik Generasi Milenial Dalam Pemilu Legislatif 2019

Generasi milenial, atau anak “zaman now” memiliki selera politik yang agak berbeda dibandingkan dengan generasi terdahulu. Peserta Pemilu Legislatif 2019 perlu bekerja keras untuk mendapatkan suara dari generasi milenial ini. Diketahui bahwa hampir setengah dari jumlah pemilih pada pemilihan umum 2019 ini merupakan pemilih generasi milenial. Pemilih milenial, utamanya pemilih pemula atau yang baru pertama kali mencoblos diketahui memiliki perspektif yang agak berbeda dalam politik.

Generasi milenial termasuk dalam generasi yang cerdas dan berpikir lebih konkret. Dalam beberapa penelitian, pemilih generasi milenial memiliki kecenderungan untuk memilih pemimpin yang memiliki kualitas kerja serta reputasi yang baik. Mereka akan menjadi pemilih yang rasional dalam menentukan pilihan politik mereka.

Kaum milenial dianggap sebagai generasi yang tidak mudah termakan oleh isu SARA, mereka akan melihat seorang pemimpin yang berkualitas dengan mempertimbangkan apakah mereka yang berkompetisi dalam Pemilu Legislatif 2019 merupakan orang yang kompeten, menjanjikan serta mampu menjadi pemimpin. Sementara itu, bagi pemilih yang bukan merupakan pemilih pemula dianggap lebih idealis. Pemilih dalam pemilu legislatif 2019 di segmen ini akan memilih dengan beberapa pertimbangan tertentu. Pemilih milenial akan lebih rasional, tidak mudah untuk didikte. Selain itu, pemilih pemula juga lebih menyukai dengan calon pemimpin yang lugas, friendly serta bisa masuk dalam dunia modern.

Bentuk partisipasi generasi milenial dalam berpolitik juga kerap menjadi hal yang susah ditebak. Dalam beberapa komunitas maupun kelompok usia, tingkat anti terhadap politik juga ditunjukan oleh generasi milenial. Dalam beberapa penelitian, hal ini dikarenakan pemilih milenial yang merasa kecewa dengan merebaknya kasus korupsi yang banyak melibatkan anggota dewan legislative.  Mereka memiliki tingkat kepercayaan yang sedikit pada politik serta sinis dengan lembaga politik dan pemerintahan. Hal ini dilihat dalam sedikitnya generasi milenial yang tergabung dalam partai politik. Generasi milenial juga cenderung untuk golput dalam pemilihan Legislatif atau pemilu legislatif 2019. Meskipun begitu, generasi milenial diharapkan dapat membawa dinamika politik yang sehat dan dinamis. Tahun 2019 akan menjadi momentum dimana generasi milenial akan menjadi corong politik, tanggap, kreatif, serta cakap dalam menyikapi politik di Indonesia.

Leave a Reply